![]() |
| Image Source : Google |
Ilustrasi di atas mendeskripsikan suatu hal yang selalu terjadi di kehidupan sosial, baik hal tersebut disengaja untuk dilakukan maupun tidak. Sebagian besar dari kita bisa saja menganggap bahwa ilustrasi tersebut adalah orang - orang yang sedang berkumpul, orang - orang yang saling membutuhkan teman, orang - orang yang sedang bercerita, orang - orang yang sedang bertukar pikiran dan bahkan mungkin kalian dapat beranggapan bahwa mereka adalah orang - orang yang sedang menunggu antrian dan berkumpul di suatu lobby yang di dalamnya terdapat sebuah meja bundar.
Tepat sekali, begitu banyak perkiraan yang dapat diambil dari sebuah gambar dan secara realita hal ini pun memang selalu terjadi karena sebanarnya value yang gue terapkan dalam ilustrasi tersebut adalah bahwa dengan semakin makin banyaknya orang di sekeliling kita, tentu terlihat banyak kepala dan hal yang tak dapat dihindarkan adalah "Beda kepala, beda isi...".
Kalimat tersebut sangat cocok untuk diterapkan dalam suatu keadaan yang tidak pernah lepas dari jangkauan masyarakat sebagai mahluk sosial. Kita tidak dapat menyalahkan orang lain apabila mereka tidak memiliki satu paham dengan apa yang sedang kita pikirkan, melainkan kita harus mengajak untuk saling mempersatukan isi - isi yang terdapat dalam pikiran kita. Meskipun pada dasarnya bukan hal mudah untuk menyatukan banyak pikiran dan mengajak semua orang yang sedang dalam venue sama dengan kita untuk setuju akan hal yang kita pikirkan.
Sebenarnya kita dapat mempersatukan beberapa kepingan pikiran yang ada dalam pikiran semua orang di sekitar kita dengan menggunakan beberapa kata - kata maupun kalimat yang terucap dari pikiran mereka melalui mulut mereka masing - masing. Seringkali kita menganggap remeh orang - orang di sekitar kita, mengenai apa yang mereka pikirkan, ucapkan dan lakukan. Kita selalu memikirkan apa yang ada dalam pikiran kita, namun hal tersebut justru hanya akan memperburuk suatu keadaan dan memperlihatkan keburukan diri kita di hadapan banyak orang.
Maka dari itu, alangkah lebih baik baik apabila kita sebagai manusia yang tau akan kaidah seharusnya lebih mencoba untuk belajar dalam memahami situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada saat itu. Pasti ada saja orang yang berpikir dan beranggapan jika mereka mendengarkan pikiran orang lain, automatically mereka akan mengabaikan pikiran dan ide - ide yang dimiliki mereka masing - masing.
Gue di sini bukan so bijak atau apapun sebagainya, melainkan ini gue jadikan sebagai self reminder untuk diri gue sendiri karena begitu banyak yang kita pikirkan dan pertimbangkan hanya akan membuat segala hal yang sederhana akan menjadi sedikit rumit.
Tidak ada salahnya untuk terus belajar dan saling berbagi pengalaman guys ;)
