Sabtu, 19 Agustus 2017

Problematika Anak Muda (2) : Apatisme sebagai Vitalisme

Diposting oleh Unknown di 01.15


Angka pertumbuhan penduduk dunia semakin meningkat setiap detiknya, hal tersebut memicu mereka untuk saling melindungi diri masing - masing. Ini terjadi karena secara logika pun kita akan berpikir bahwa dengan meningkatnya populasi penduduk, khususnya di negara kita sendiri yakni Indonesia, tentu lahan untuk tempat tinggal akan semakin sempit. Selain itu juga permasalahan baru akan selalu muncul, bahkan permasalahan - permasalahan lama saja belum tentu dapat dituntaskan begitu saja.

Generasi muda masa kini seringkali tidak menghiraukan hal - hal seperti itu, bukan mengenai angka pertumbuhan yang meningkat, melainkan bagaimana kita mampu memberikan sedikit solusi tentang masalah tersebut. 
Bukan mengenai karena hal - hal tertentu yang kita cap sebagai "bukan bidang kita" terus - menerus tumbuh dalam pikiran anak muda masa kini. Gue menyampaikan mengenai populasi penduduk di awal hanya sebagai prolog yang memiliki relasi di uraian selanjutnya, pada ulasan kali ini ini gue ingin membahas mengenai sikap anak muda yang terlihat sangat apatis terhadap hal - hal yang mereka anggap bahwa itu bukan bagian dari bidangnya.

Kejadian ini bukan hanya mengenai satu atau dua kasus saja karena di sisi lain ada banyak sekali persoalan yang dianggap remeh oleh anak muda, sebut saja perbincangan perpolitikan yang selalu menjadi tranding topic. Sungguh disayangkan sekali karena hampir seluruh masyarakat Indonesia selalu memberikan kesan sensitif terhadap politik, ya meskipun memang banyak di antara mereka pula yang selalu menyuarakan argumentasi politik, namun itu pun ga akan pernah lepas dari saling sindir antara satu dengan yang lain dan ujung - ujungnya adalah apatisme.

***
Saat ini banyak banget anak muda yang sering mencurahkan rasa kekesalan mereka lewat media sosial tentu nya sebagai suatu perantara yang emang manjur banget membuat mereka tidak pernah lepas dalam memegang masing - masing gagdet nya. Meskipun begitu, tidak sedikit dari mereka yang justru salah kaprah dalam berspekulasi macam hal dan termasuk mengenai situasi negara ini dalam segala macam perpolitikan. Gue selalu berusaha untuk bersikap netral dalam beberapa perbincangan, di sini gue mencoba untuk sedikit menyadarkan saja mengenai tindakan yang seringkali dipublikasikan oleh anak muda seperti "... Hidup di Indonesia mah ga akan maju - maju, wong para pejabatnya doang yang memajukan diri masing - masing, dih apaan presiden anu malah terpilih ya tambah kacau aja Indonesia, ah males banget kalo mikirin politik mah ga akan ada ujung nya, dan lain sebagainya..."

Gue pribadi sih miris banget kalo denger ucapan - ucapan seperti yang emang faktanya bahwa mereka tuh tidak ada saat kejadian tersebut sedang terjadi, namun dengan berani mereka berucap seperti itu. Gue tidak membela pihak mana pun hanya karena gue seorang mahasiswi ilmu politik yang notabene nya memang harus memberikan citra baik mengenai politik itu sendiri di hadapan khalayak. Jadi begini loh guys ya kan kita bangsa Indonesia, apapun itu baik dan buruknya negara kita, apa lantas kita harus mengejek dan memperburuk negara kita sendiri ?

Masih belum jelas ?
Analogi nya adalah saat orang tua lu yang udah tua renta dengan usianya, khususnya nyokap kalian yang sudah melahirkan kalian ke dunia ini, sedang tidak mampu memberikan sesuatu yang sedang lu butuhkan saat itu juga, baik maupun buruknya mereka, lantas apa perlu kita memperburuk keadaan mereka ?
Apakah sesuatu akan menjadi lebih baik hanya dengan kita mengejek dan memperolok ?
Tentu tidak guys !
Ini salah satu penyakit manusia, terutama bagi anak muda yang memang sangat sulit untuk menghindarinya. Gue juga merasakan ko, namun bagi gue pribadi punya pikiran bahwa daripada lu banyak bicara hal - hal yang tidak sepatutnya lu lontarkan tanpa didasari pada fakta, mending lu diam dan berpikir aja dulu deh. Mungkin beberapa dari kita beranggapan bahwa jika kita hanya diam, tandanya apatis. Namun, in other side it doesn't mean like that all karena sesuai dengan satu kata mutiara yang sangat familiar bahwa diam itu adalah emas, memang betul dan saat lu udah diam  sambil menjernihkan pikiran lu serta mencari suatu solusi, emas itu bisa saja berubah menjadi berlian maupun permata yang indah bukan ?

Tidak perlu terburu - buru dalam menyimpulkan suatu kasus yang faktanya kalian hanya ikut -ikutan supaya dapat dikatakan mengikuti zaman lah dengan banyak nya pembahasan yang seringkali kalian lontarkan saat sedang bergabung ataupun berceloteh bersama teman - teman mereka. Sadar gak sih kalau segala ucapan dan tindakan yang kita kerjakan itu adalah point, sewaktu - waktu point tersebut dapat bertambah maupun berkurang. Mungkin kalian berpikir " ...ya suka - suka gue dong, mulut kan mulut gue, kenapa lu yang repot sih ? "
Nah, sebenarnya bisa juga kan gue jawab lagi seperti "... ya suka - suka gue juga dong, kan gue juga punya pikiran untuk menilai lu atau tidal, kenapa lu yang repot sih ? hahaha ".

But, i don't interest to say like that cause it's not a solution in solving of problem, pesan gue untuk seluruh generasi muda Indonesia sangat sederhana yakni kalau kalian emang ga mau dikatakan seorang yang apatis dalam menanggapi suatu kasus, ya kalian harus mampu untuk memanfaatkan "apatis" itu menjadi sebuah vitalisme tersendiri dengan tidak memperolok hal - hal yang tidak seharusnya diperolok, ubahlah mind set kalian dalam segala hal dan lahirkan lah pesona diri kalian masing - masing dengan tidak harus terhasut oleh pembicaraan lain, berpikirlah dengan cerdas mulai saat ini :) 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Mumtaz's Script Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea