Gue rasa bukan hanya gue yang masih sedikit mempertanyakan "siapa sih gue ?" karena ternyata masih banyak banget manusia yang sudah beranjak dewasa, bahkan beberapa yang sudah agak menjadi sedikit tua pun terkadang bingung sama diri mereka masing - masing.
Gue masih ingat banget saat masih ada di bangku Sekolah Dasar (SD), kalo ada yang nanya " cita - cita lu ingin jadi apa nad?" dan jawabannya cuma satu, yakni gue ingin menjadi seorang apoteker yang bisa kerja di lab dengan jas putih yang terlihat cool. Doktrin ini pun terus gue pertahankan sampai akhirnya gue masuk SMA yang ternyata gue bertemu dengan pelajaran kimia, kalian semua udah pada tau lah kalo kimia itu adalah salah satu dasar bagi seseorang yang ingin mengabdikan dirinya pada laboratorium.
Sebenarnya saat gue lulus SMA, gue ingin masuk Sekolah Menengah Farmasi (SMF) dan . . . orang tua kurang setuju kalo misalkan gue harus masuk sekolah farmasi, so gue dengan sedikit terpaksa memilih salah satu SMA negeri yang ada di sekitar daerah gue, Kalo misalkan dibilang ngenes, ya lumayan sih karena bagaimana pun gue ingin langsung masuk ke basis yang emang bakalan menopang gue saat nanti diri gue ingin menjadi seorang apoteker. Namun gue sangat menghargai nasihat dan pertimbangan yang udah orang tua gue kasih karena bagaimana pun kita sebagai anak harus taat sama perintah orang tua supaya dilancarkan setiap usaha dan pilihan kita selanjutnya,
Orang tua gue bilang kalo masuk SMA bisa lebih luas selanjutnya karena banyak alasan yang emang udah mereka pertimbangkan. Saat gue ulangan harian kimia saat SMA, gue udah kena remedial dong guys dan itu lah masa - masa gue ngerasa kalo gue ga pantas jadi seorang apoteker. Bukan maksud gue merendahkan diri sendiri atau gue mudah menyerah, melainkan karena gue udah bisa menilai sejauh mana kemampuan yang gue punya, gue mampu dan gue dukung.
Finally, sampai akhirnya gue masuk jurusan IPA pun hanya karena gue 10 besar dan dibantu oleh nilai - nilai di pelajaran umum, pelajaran eksak yang gue lumayan ngerti saat itu cuma biologi dan sisanya say good bye aja deh !
Sebenarnya gue ingin banget pilih jurusan IPS dan untuk kedua kalinya orang tua lebih memberikan suara besar supaya gue tetap di jurusan IPA. Gue sampai bingung apakah gue masih memiliki hak anak untuk mengeluarkan pendapat atau gimana gitu ya, gue pun mencoba untuk berdiskusi sama bokap dan hasilnya adalah 2-0. Yap, dua poin buat orang tua gue dan gue sendiri nol.
Gue pun nurut lagi dengan satu syarat bahwa di tingkat selanjutnya, biarkan gue untuk memilih apa yang bakalan gue pilih. Bokap setuju ga setuju sepertinya yang penting gue tetap harus bertahan di kelas IPA. Jujur aja sih gue belajar niat ga niat saat bangku SMA, gue jarang belajar, saat pelajaran eksak gue ga pernah serius, selalucari zona aman alias duduk di belakang kalo ngga ya di tengah - tengah yang penting kecil kemungkinan gue untuk dipanggil guru. Gue cuma bakalan sedikit serius belajar saat masuk pelajaran umum, salah satunya adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Pelajaran ini bikin gue senang dan seru aja sih karena kebetulan guru yang ngajar gue saat itu bisa dikatakan TOP BGT deh !
Gue harap beliau - beliau membaca blog gue yang ini deh hehe karena sebagai salah satu wujud terimakasih juga, berkat mereka gue bisa cukup mengerti nilai - nilai yang tersirat dalam negara sebagai seorang warga negara yang baik serta patuh pada hukum.
Kelas XI gue udah mulai mikirin bakalan jadi apa gue selanjutnya, gue ngerasa emang gue ga cocok di bidang eksak karena hasil psikotest yang selalu gue coba pun berkata seperti itu. Gue memang harus memperjuangkan gue suatu hari nanti untuk bisa keluar dari dunia eksak da memilih bidang yang setidaknya bisa diterima oleh hati gue karena gue ga ingin belajar niat ga niat selanjutnya di kemudian hari. Kelas XII gue udah mulai cari tau tentang beberapa bidang yang ingin gue pilih, tentu udah jelas banget bahwa gue akan pilih bidang sosial dan akan benar - benar melupakan kehidupan IPA, itu adalah kalimat yang selalu gue ucapkan saat gue masih SMA.
Coba kalian pikirin deh, berada di suatu lingkungan yang emang gak kalian suka itu emang positifnya bikin kita tertantang, tapi ya negatifnya juga ada yaitu ya seperti gue ini lah contohnya.
Gue benar - benar eneg deh, kagak kuat coy karena gue bukan tipe orang yang ingin nyiksa diri gue sendiri, pikiran yang melanda kehidupan gue di dunia IPA emang udah kagak karuan, meskipun kalian bakalan nilai gue lebay saat itu, whatever lah yang jelas itu adalah hal - hal yang gue rasakan saat itu.
Singkat cerita gue akhirnya diterima di salah satu universitas swasta dengan jurusan Ilmu Hubungan Internasional, yap gue pun tau ilmu ini berawal saat gue belajar PKn saat kelas XI di jurusan IPA. Selama kuliah pun puji syukur gue dimudahkan dalam bidang yang gue pilih tersebut, dengan catatan kali ini orang tua gue udah ngasih kewenangan untuk gue karena setelah gue bilang bahwa one day yang ingin belajar dan sukses itu gue, so bokap sama nyokap cukup berikan dukungan dan do'a aja supaya gue bisa mencapai apa yang gue inginkan. Pada tingkat - tingkat awal gue semangat untuk terus belajar, sampai suatu hari tiba.
Gue udah semester VI saat ini, hal yang sama gue tanyakan "Who am I?", gue bakalan jadi apa ya someday, beberapa orang selalu beropini bahwa setiap orang yang ada di jurusan hubungan internasional pasti ingin jadi duta besar, diplomat, menteri luar negeri, atase, dll.
Sebenarnya gak semua mahasiswa hubungan internasional berkeinginan menjadi profesi - profesi tersebut guys, gue contohnya. Gue berpikir jadi diplomat aja ngga, entahlah lagipula yang selalu gue yakin bahwa bidang yang sedang gue tekuni ini sangat luas targetnya. Sebenarnya gue kuliah sambil bekerja karena gue bukan tipe mahasiswa yang suka berlama - lama di kampus, kecuali buat masuk jam kuliah. Gue orang yang sangat pembosan, jadi setahun yang lalu sebelum gue libur semester pun gue udah melamar ke salah satu lembaga bimbingan belajar dan private dan gue diterima setelah mengikuti beberapa test.
Udah hampir satu tahun gue kerja sebagai pengajar private untuk anak - anak yang bersekolah di international school. Gue lebih baik menghabiskan waktu luang untuk mencari ilmu, pengetahuan dan pengalaman daripada nongkrong ga jelas dimana lah tempatnya.
Pada akhirnya gue menyadari bahwa memang harus dan suatu kewajiban bagi manusia untuk memikirkan masa depannya ingin menjadi apa, namun tidak ada salahnya apabila kita mencoba sesuatu yang baru dan kita menyukai bidang tersebut. Untuk kalian semua yang sekarang masih dalam proses belajar, semangat terus ya !
Meskipun udah ngerasa jenuh seperti gue, tapi ingat guys perjuangan kita masih begitu panjang dan banyak untuk kita raih dalam menjadi manusia yang jauh lebih berkualitas dengan mutu yang teruji secara klinis ;))
0 komentar:
Posting Komentar