Sabtu, 19 Agustus 2017

Problematika Anak Muda (2) : Apatisme sebagai Vitalisme

Diposting oleh Unknown di 01.15 0 komentar


Angka pertumbuhan penduduk dunia semakin meningkat setiap detiknya, hal tersebut memicu mereka untuk saling melindungi diri masing - masing. Ini terjadi karena secara logika pun kita akan berpikir bahwa dengan meningkatnya populasi penduduk, khususnya di negara kita sendiri yakni Indonesia, tentu lahan untuk tempat tinggal akan semakin sempit. Selain itu juga permasalahan baru akan selalu muncul, bahkan permasalahan - permasalahan lama saja belum tentu dapat dituntaskan begitu saja.

Generasi muda masa kini seringkali tidak menghiraukan hal - hal seperti itu, bukan mengenai angka pertumbuhan yang meningkat, melainkan bagaimana kita mampu memberikan sedikit solusi tentang masalah tersebut. 
Bukan mengenai karena hal - hal tertentu yang kita cap sebagai "bukan bidang kita" terus - menerus tumbuh dalam pikiran anak muda masa kini. Gue menyampaikan mengenai populasi penduduk di awal hanya sebagai prolog yang memiliki relasi di uraian selanjutnya, pada ulasan kali ini ini gue ingin membahas mengenai sikap anak muda yang terlihat sangat apatis terhadap hal - hal yang mereka anggap bahwa itu bukan bagian dari bidangnya.

Kejadian ini bukan hanya mengenai satu atau dua kasus saja karena di sisi lain ada banyak sekali persoalan yang dianggap remeh oleh anak muda, sebut saja perbincangan perpolitikan yang selalu menjadi tranding topic. Sungguh disayangkan sekali karena hampir seluruh masyarakat Indonesia selalu memberikan kesan sensitif terhadap politik, ya meskipun memang banyak di antara mereka pula yang selalu menyuarakan argumentasi politik, namun itu pun ga akan pernah lepas dari saling sindir antara satu dengan yang lain dan ujung - ujungnya adalah apatisme.

***
Saat ini banyak banget anak muda yang sering mencurahkan rasa kekesalan mereka lewat media sosial tentu nya sebagai suatu perantara yang emang manjur banget membuat mereka tidak pernah lepas dalam memegang masing - masing gagdet nya. Meskipun begitu, tidak sedikit dari mereka yang justru salah kaprah dalam berspekulasi macam hal dan termasuk mengenai situasi negara ini dalam segala macam perpolitikan. Gue selalu berusaha untuk bersikap netral dalam beberapa perbincangan, di sini gue mencoba untuk sedikit menyadarkan saja mengenai tindakan yang seringkali dipublikasikan oleh anak muda seperti "... Hidup di Indonesia mah ga akan maju - maju, wong para pejabatnya doang yang memajukan diri masing - masing, dih apaan presiden anu malah terpilih ya tambah kacau aja Indonesia, ah males banget kalo mikirin politik mah ga akan ada ujung nya, dan lain sebagainya..."

Gue pribadi sih miris banget kalo denger ucapan - ucapan seperti yang emang faktanya bahwa mereka tuh tidak ada saat kejadian tersebut sedang terjadi, namun dengan berani mereka berucap seperti itu. Gue tidak membela pihak mana pun hanya karena gue seorang mahasiswi ilmu politik yang notabene nya memang harus memberikan citra baik mengenai politik itu sendiri di hadapan khalayak. Jadi begini loh guys ya kan kita bangsa Indonesia, apapun itu baik dan buruknya negara kita, apa lantas kita harus mengejek dan memperburuk negara kita sendiri ?

Masih belum jelas ?
Analogi nya adalah saat orang tua lu yang udah tua renta dengan usianya, khususnya nyokap kalian yang sudah melahirkan kalian ke dunia ini, sedang tidak mampu memberikan sesuatu yang sedang lu butuhkan saat itu juga, baik maupun buruknya mereka, lantas apa perlu kita memperburuk keadaan mereka ?
Apakah sesuatu akan menjadi lebih baik hanya dengan kita mengejek dan memperolok ?
Tentu tidak guys !
Ini salah satu penyakit manusia, terutama bagi anak muda yang memang sangat sulit untuk menghindarinya. Gue juga merasakan ko, namun bagi gue pribadi punya pikiran bahwa daripada lu banyak bicara hal - hal yang tidak sepatutnya lu lontarkan tanpa didasari pada fakta, mending lu diam dan berpikir aja dulu deh. Mungkin beberapa dari kita beranggapan bahwa jika kita hanya diam, tandanya apatis. Namun, in other side it doesn't mean like that all karena sesuai dengan satu kata mutiara yang sangat familiar bahwa diam itu adalah emas, memang betul dan saat lu udah diam  sambil menjernihkan pikiran lu serta mencari suatu solusi, emas itu bisa saja berubah menjadi berlian maupun permata yang indah bukan ?

Tidak perlu terburu - buru dalam menyimpulkan suatu kasus yang faktanya kalian hanya ikut -ikutan supaya dapat dikatakan mengikuti zaman lah dengan banyak nya pembahasan yang seringkali kalian lontarkan saat sedang bergabung ataupun berceloteh bersama teman - teman mereka. Sadar gak sih kalau segala ucapan dan tindakan yang kita kerjakan itu adalah point, sewaktu - waktu point tersebut dapat bertambah maupun berkurang. Mungkin kalian berpikir " ...ya suka - suka gue dong, mulut kan mulut gue, kenapa lu yang repot sih ? "
Nah, sebenarnya bisa juga kan gue jawab lagi seperti "... ya suka - suka gue juga dong, kan gue juga punya pikiran untuk menilai lu atau tidal, kenapa lu yang repot sih ? hahaha ".

But, i don't interest to say like that cause it's not a solution in solving of problem, pesan gue untuk seluruh generasi muda Indonesia sangat sederhana yakni kalau kalian emang ga mau dikatakan seorang yang apatis dalam menanggapi suatu kasus, ya kalian harus mampu untuk memanfaatkan "apatis" itu menjadi sebuah vitalisme tersendiri dengan tidak memperolok hal - hal yang tidak seharusnya diperolok, ubahlah mind set kalian dalam segala hal dan lahirkan lah pesona diri kalian masing - masing dengan tidak harus terhasut oleh pembicaraan lain, berpikirlah dengan cerdas mulai saat ini :) 

Jumat, 04 Agustus 2017

Problematika Anak Muda (1) : Dikit - dikit nikah aja deh

Diposting oleh Unknown di 00.02 0 komentar



Beberapa hari yang lalu gue udah sempat menceritakan hal ini di salah satu media sosial yang lagi hits di zaman sekarang, yaitu akun instagram. Sejauh ini tiap gue liat insta story mereka, apalagi beberapa orang yang sedang melakukan penelitian dan menyelesaikan tugas akhir, pasti aja ada caption "...pusing nih #NIKAHSEKARANGAJAYUK, besok nikah eh besok sidang, #NIKAHMUDAAJADEH, etc..." Buset ya, mesti dipake hashtag segala.

Gue mengambil topik seperti ini karena memang zaman sekarang tuh banyak anak muda yang dengan mudahnya selalu mengatakan "nikah aja deh", namun mereka asal nyeletuk aja karena didasarkan pada masing - masing problematika yang sedang mereka alami. Problematika anak muda zaman sekarang tuh sangat identik dengan :

  1. Mudah  mengeluh ;
  2. Mudah menyerah ;
  3. Mudah meremehkan.
Greget banget sama anak muda zaman sekarang, khususnya para mahasiswa/i yang sedang mengerjakan kewajiban nya dalam menuntut ilmu, tentu saja ga akan pernah lepas dari hal - hal seperti membuat laporan, penelitian dan TA (skripsi). Seiring berjalannya waktu pun gue sering mendengar keluh kesah yang dialami mereka, termasuk beberapa teman gue kalo emang lagi pada kewalahan dengan mudah nya they said that "...Duh, pusing amat yak... tau gini jadi ingin nikah aja deh, hmm".

Begini loh guys, ya kalau emang ini udah pilihan kita ya jalani aja toh pasti bakal ketemu ujungnya dan jangan pernah berpikir kalau dengan menikah bakalan meringankan segala pikiran lu, meskipun banyak orang yang bilang bahwa "rezeki gak akan kemana..." ya logika aja sih, meskipun rezeki emang gak akan kemana, namun lu juga harus berusaha keras untuk memecahkan problematika hidup lu sendiri dulu.

Gue pribadi sih geli aja kalo misalkan harus menyelesaikan suatu problem dengan cara "nikah aja yuk", see sekarang udah abad 20 dan anak - anak muda masa kini yang katanya generasi emas justru gak punya pikiran panjang dalam menelusuri masa depan mereka. Hal ini disebabkan dengan banyaknya anak muda yang sembrono dan mudah mengeluh dalam berucap, tanpa berpikir terlebih dahulu.

Lucu aja sih dengernya, masa iya hanya karena kewajiban kalian dalam menuntut ilmu, banyak anak muda yang mudah mengeluh, dikit - dikit minta nikah. Baru aja lu hidup seumur biji jagung aja udah ngeluh, apalagi nanti cuy problematika hidup lu pasti akan semakin klimaks. 
Gue cuma ingin mengatakan bahwa segala hal yang lu pilih harus dijalani sampai final, semua itu ukan untuk dikeluhkan karena gue jamin nggak akan pernah selesai segala pekerjaan lu kalau cuma ngeluh, ngeluh dan ngeluh.

So, just do it guys !
FYI that I wrote it causes I really wanna change people's mind being critically in thinking and doing.

Jumat, 07 Juli 2017

Perlombaan Panas antara Matahari dan Manusia

Diposting oleh Unknown di 01.40 0 komentar

Begitu banyak situasi dan kondisi yang dijadikan bahan pembicaraan manusia, namun menurut gue lebih tepatnya sih bukan pembicaraan melainkan sebuah perbincangan. Secara bahasa mungkin kedua kata dasar tersebut hampir mirip, yakni bicara dan bincang. Pada dasarnya ada sedikit perbedaan bahwa "perbincangan" memiliki makna yang sedikit negatif apabila dibandingkan dengan "pembicaraan". 
Topik utama gue saat ini sebenarnya adalah ingin mengkritisi rasa panas yang dimiliki oleh matahari dan manusia.

Lucu juga sih guys kalo membahas hal seperti ini, which is kita ketahui bahwa panas yang dimiliki oleh matahari tuh benar - benar bermanfaat bagi kehidupan manusia dan alam semesta - Nya, lah kalau panas yang dimiliki oleh manusia kira - kira bermanfaat untuk siapa ya guys
Sampai saat ini gue cuma masih punya satu jawaban, panas yang dimiliki oleh manusia hanya bermanfaat untuk manusia - manusia yang memiliki rasa egois dan arogan yang tinggi, finally kehidupan yang dimiliki oleh mereka gak akan pernah ada pada posisi aman maupun nyaman.

Gue berbicara seperti ini berdasarkan fakta - fakta yang seringkali terjadi di kehidupan ini, salah satu contoh aja ya guys gue barengi dengan curcol, beberapa waktu lalu gue pergi ke salah satu rumah makan di daerah gue. Saat gue masuk, tuh tempat bising banget dan gue pun memesan makanan karena perut gue udah gak bisa nahan lapar. Tiba - tiba gue mendengar banyak sekali ocehan yang dikeluarkan dari mulut para ibu - ibu yang terlihat sosialita. 
Mereka saling beradu mulut dan mau ga mau gue pun mendengar apa yang mereka perbincangkan, wow luar biasa dan bukan main, mereka saling memuji, meninggikan, membanggakan secara berlebihan mengenai apa saja yang telah masing - masing dari mereka miliki.

Sementara itu, gue pun melihat ada dua di antara mereka yang terlihat biasa - biasa saja, dalam arti gak seheboh yang lainnya. Gue pun mendengar dan melihat dengan jelas bahwa kedua ibu - ibu itu pun gak mau kalah dan saling membalas kepada yang terlihat mayoritas, mereka berdua merasa direndahkan.
Gue cuma bisa jadi penonton karena hal tersebut sama sekali bukan urusan gue, hanya saja sih memang berisik banget. Pertemuan para ibu sosialita pun berujung kepada perlombaan "panas" yang sukar diselesaikan.

Dalam kasus di atas menyebabkan gue berpikir terus - menerus dan greget banget ingin menceritakan lewat blog ini. 
Sadar gak sih guys, kalau sebenarnya segala yang kita ucapkan dan lakukan akan menjadi boomerang yang akan kembali kepada diri kita masing - masing. Hal yang gue selalu ingat dan gue yakin bahwa kata - kata di bawah ini pasti akan selalu ada dalam ajaran seluruh agama yang ada di dunia, kurang lebih seperti ini : 
"Apabila kamu berperilaku baik terhadap orang lain, maka mereka pun akan begitu padamu. Apabila kamu berperilaku buruk terhadap orang lain, maka mereka pun akan begitu padamu"
Dari kalimat tersebut, gue cukup belajar banyak hal dan dari kalimat tersebut juga gue ingin memberitahukan sama kalian semua bahwa jangan pernah kalian saling merendahkan satu sama lain karena kita mengetahui hakikat manusia itu gak akan pernah puas dengan apa yang mereka miliki. 
Selain daripada itu, Nabi Muhammad S.A.W pun selalu mengingatkan untuk berlomba - lomba dalam kebaikan, bukan berlomba - lomba dalam rasa "panas".

Sabtu, 17 Juni 2017

Beda Kepala, Beda Isi

Diposting oleh Unknown di 23.32 0 komentar
Image Source : Google

Ilustrasi di atas mendeskripsikan suatu hal yang selalu terjadi di kehidupan sosial, baik hal tersebut disengaja untuk dilakukan maupun tidak. Sebagian besar dari kita bisa saja menganggap bahwa ilustrasi tersebut adalah orang - orang yang sedang berkumpul, orang - orang yang saling membutuhkan teman, orang - orang yang sedang bercerita, orang - orang yang sedang bertukar pikiran dan bahkan mungkin kalian dapat beranggapan bahwa mereka adalah orang - orang yang sedang menunggu antrian dan berkumpul di suatu lobby yang di dalamnya terdapat sebuah meja bundar.

Tepat sekali, begitu banyak perkiraan yang dapat diambil dari sebuah gambar dan secara realita hal ini pun memang selalu terjadi karena sebanarnya value yang gue terapkan dalam ilustrasi tersebut adalah bahwa dengan semakin makin banyaknya orang di sekeliling kita, tentu terlihat banyak kepala dan hal yang tak dapat dihindarkan adalah "Beda kepala, beda isi...".

Kalimat tersebut sangat cocok untuk diterapkan dalam suatu keadaan yang tidak pernah lepas dari jangkauan masyarakat sebagai mahluk sosial. Kita tidak dapat menyalahkan orang lain apabila mereka tidak memiliki satu paham dengan apa yang sedang kita pikirkan, melainkan kita harus mengajak untuk saling mempersatukan isi - isi yang terdapat dalam pikiran kita. Meskipun pada dasarnya bukan hal mudah untuk menyatukan banyak pikiran dan mengajak semua orang yang sedang dalam venue sama dengan kita untuk setuju akan hal yang kita pikirkan.

Sebenarnya kita dapat mempersatukan beberapa kepingan pikiran yang ada dalam pikiran semua orang di sekitar kita dengan menggunakan beberapa kata - kata maupun kalimat yang terucap dari pikiran mereka melalui mulut mereka masing - masing. Seringkali kita menganggap remeh orang - orang di sekitar kita, mengenai apa yang mereka pikirkan, ucapkan dan lakukan. Kita selalu memikirkan apa yang ada dalam pikiran kita, namun hal tersebut justru hanya akan memperburuk suatu keadaan dan memperlihatkan keburukan diri kita di hadapan banyak orang.

Maka dari itu, alangkah lebih baik baik apabila kita sebagai manusia yang tau akan kaidah seharusnya lebih mencoba untuk belajar dalam memahami situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada saat itu. Pasti ada saja orang yang berpikir dan beranggapan jika mereka mendengarkan pikiran orang lain, automatically mereka akan mengabaikan pikiran dan ide - ide yang dimiliki mereka masing - masing.

Gue di sini bukan so bijak atau apapun sebagainya, melainkan ini gue jadikan sebagai self reminder untuk diri gue sendiri karena begitu banyak yang kita pikirkan dan pertimbangkan hanya akan membuat segala hal yang sederhana akan menjadi sedikit rumit. 

Tidak ada salahnya untuk terus belajar dan saling berbagi pengalaman guys ;)

Minggu, 09 April 2017

WHO AM I ?

Diposting oleh Unknown di 07.12 0 komentar

Gue rasa bukan hanya gue yang masih sedikit mempertanyakan "siapa sih gue ?" karena ternyata  masih banyak banget manusia yang sudah beranjak dewasa, bahkan beberapa yang sudah agak menjadi sedikit tua pun terkadang bingung sama diri mereka masing - masing.
Gue masih ingat banget saat masih ada di bangku Sekolah Dasar (SD), kalo ada yang nanya " cita - cita lu ingin jadi apa nad?" dan jawabannya cuma satu, yakni gue ingin menjadi seorang apoteker yang bisa kerja di lab dengan jas putih yang terlihat cool. Doktrin ini pun terus gue pertahankan sampai akhirnya gue masuk SMA yang ternyata gue bertemu dengan pelajaran kimia, kalian semua udah pada tau lah kalo kimia itu adalah salah satu dasar bagi seseorang yang ingin mengabdikan dirinya pada laboratorium.

Sebenarnya saat gue lulus SMA, gue ingin masuk Sekolah Menengah Farmasi (SMF) dan . . . orang tua kurang setuju kalo misalkan gue harus masuk sekolah farmasi, so gue dengan sedikit terpaksa memilih salah satu SMA negeri yang ada di sekitar daerah gue, Kalo misalkan dibilang ngenes, ya lumayan sih karena bagaimana pun gue ingin langsung masuk ke basis yang emang bakalan menopang gue saat nanti diri gue ingin menjadi seorang apoteker. Namun gue sangat menghargai nasihat dan pertimbangan yang udah orang tua gue kasih karena bagaimana pun kita sebagai anak harus taat sama perintah orang tua supaya dilancarkan setiap usaha dan pilihan kita selanjutnya, 
Orang tua gue bilang kalo masuk SMA bisa lebih luas selanjutnya karena banyak alasan yang emang udah mereka pertimbangkan. Saat gue ulangan harian kimia saat SMA, gue udah kena remedial dong guys dan itu lah masa - masa gue ngerasa kalo gue ga pantas jadi seorang apoteker. Bukan maksud gue merendahkan diri sendiri atau gue mudah menyerah, melainkan karena gue udah bisa menilai sejauh mana kemampuan yang gue punya, gue mampu dan gue dukung. 
Finally, sampai akhirnya gue masuk jurusan IPA pun hanya karena gue 10 besar dan dibantu oleh nilai - nilai di pelajaran umum, pelajaran eksak yang gue lumayan ngerti saat itu cuma biologi dan sisanya say good bye aja deh !

Sebenarnya gue ingin banget pilih jurusan IPS dan untuk kedua kalinya orang tua lebih memberikan suara besar supaya gue tetap di jurusan IPA. Gue sampai bingung apakah gue masih memiliki hak anak untuk mengeluarkan pendapat atau gimana gitu ya, gue pun mencoba untuk berdiskusi sama bokap dan hasilnya adalah 2-0. Yap, dua poin buat orang tua gue dan gue sendiri nol.
Gue pun nurut lagi dengan satu syarat bahwa di tingkat selanjutnya, biarkan gue untuk memilih apa yang bakalan gue pilih. Bokap setuju ga setuju sepertinya yang penting gue tetap harus bertahan di kelas IPA. Jujur aja sih gue belajar niat ga niat saat bangku SMA, gue jarang belajar, saat pelajaran eksak gue ga pernah serius, selalucari zona aman alias duduk di belakang kalo ngga ya di tengah - tengah yang penting kecil kemungkinan gue untuk dipanggil guru. Gue cuma bakalan sedikit serius belajar saat masuk pelajaran umum, salah satunya adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Pelajaran ini bikin gue senang dan seru aja sih karena kebetulan guru yang ngajar gue saat itu bisa dikatakan TOP BGT deh !
Gue harap beliau - beliau membaca blog gue yang ini deh hehe karena sebagai salah satu wujud terimakasih juga, berkat mereka gue bisa cukup mengerti nilai - nilai yang tersirat dalam negara sebagai seorang warga negara yang baik serta patuh pada hukum.

Kelas XI gue udah mulai mikirin bakalan jadi apa gue selanjutnya, gue ngerasa emang gue ga cocok di bidang eksak karena hasil psikotest yang selalu gue coba pun berkata seperti itu. Gue memang harus memperjuangkan gue suatu hari nanti untuk bisa keluar dari dunia eksak da memilih bidang yang setidaknya bisa diterima oleh hati gue karena gue ga ingin belajar niat ga niat selanjutnya di kemudian hari. Kelas XII gue udah mulai cari tau tentang beberapa bidang yang ingin gue pilih, tentu udah jelas banget bahwa gue akan pilih bidang sosial dan akan benar - benar melupakan kehidupan IPA, itu adalah kalimat yang selalu gue ucapkan saat gue masih SMA. 
Coba kalian pikirin deh, berada di suatu lingkungan yang emang gak kalian suka itu emang positifnya bikin kita tertantang, tapi ya negatifnya juga ada yaitu ya seperti gue ini lah contohnya. 
Gue benar - benar eneg deh, kagak kuat coy karena gue bukan tipe orang yang ingin nyiksa diri gue sendiri, pikiran yang melanda kehidupan gue di dunia IPA emang udah kagak karuan, meskipun kalian bakalan nilai gue lebay saat itu, whatever lah yang jelas itu adalah hal - hal yang gue rasakan saat itu.

Singkat cerita gue akhirnya diterima di salah satu universitas swasta dengan jurusan Ilmu Hubungan Internasional, yap gue pun tau ilmu ini berawal saat gue belajar PKn saat kelas XI di jurusan IPA. Selama kuliah pun puji syukur gue dimudahkan dalam bidang yang gue pilih tersebut, dengan catatan kali ini orang tua gue udah ngasih kewenangan untuk gue karena setelah gue bilang bahwa one day yang ingin belajar dan sukses itu gue, so bokap sama nyokap cukup berikan dukungan dan do'a aja supaya gue bisa mencapai apa yang gue inginkan. Pada tingkat - tingkat awal gue semangat untuk terus belajar, sampai suatu hari tiba.
Gue udah semester VI saat ini, hal yang sama gue tanyakan "Who am I?", gue bakalan jadi apa ya someday, beberapa orang selalu beropini bahwa setiap orang yang ada di jurusan hubungan internasional pasti ingin jadi duta besar, diplomat, menteri luar negeri, atase, dll. 

Sebenarnya gak semua mahasiswa hubungan internasional berkeinginan menjadi profesi - profesi tersebut guys, gue contohnya. Gue berpikir jadi diplomat aja ngga, entahlah lagipula yang selalu gue yakin bahwa bidang yang sedang gue tekuni ini sangat luas targetnya. Sebenarnya gue kuliah sambil bekerja karena gue bukan tipe mahasiswa yang suka berlama - lama di kampus, kecuali buat masuk jam kuliah. Gue orang yang sangat pembosan, jadi setahun yang lalu sebelum gue libur semester pun gue udah melamar ke salah satu lembaga bimbingan belajar dan private dan gue diterima setelah mengikuti beberapa test. 
Udah hampir satu tahun gue kerja sebagai pengajar private untuk anak - anak yang bersekolah di international school. Gue lebih baik menghabiskan waktu luang untuk mencari ilmu, pengetahuan dan pengalaman daripada nongkrong ga jelas dimana lah tempatnya.

Pada akhirnya gue menyadari bahwa memang harus dan suatu kewajiban bagi manusia untuk memikirkan masa depannya ingin menjadi apa, namun tidak ada salahnya apabila kita mencoba sesuatu yang baru dan kita menyukai bidang tersebut. Untuk kalian semua yang sekarang masih dalam proses belajar, semangat terus ya ! 
Meskipun udah ngerasa jenuh seperti gue, tapi ingat guys perjuangan kita masih begitu panjang dan banyak untuk kita raih dalam menjadi manusia yang jauh lebih berkualitas dengan mutu yang teruji secara klinis ;))

Minggu, 19 Maret 2017

Stereotype Berujung Kepribadian

Diposting oleh Unknown di 06.45 0 komentar
Sebenarnya gue agak bingung juga mesti mulai dari mana gue cerita, apa yang selalu gue alami dan rasakan ya hampir selalu sama. Mungkin kali ini dan seterusnya, gue bakalan jadiin blog sebagai tempat curhat gue, exactly about my opinion in this life and everything happened, happens and will be happening in future. Setelah gue pikir - pikir ternyata apapun  hal dan kegiatan yang kita lakukan dalam segala kondisi, pasti aja akan selalu menumbuhkan begitu banyak komentar. Gue sadar banget kok kalau gue bukan artis beken, gaul, keren yang hobinya selalu dikejar paparazzi dan muncul dengan banyak sensasi, finally mereka pun akan dihujati oleh banyak komentar yang 80% so bad to hear. Berangkat dari pengalaman gue pribadi yang emang datang dari kehidupan super biasa, bukan artis, bukan orang beken, populer, maupun dikenal sama masyarakat Indonesia, apalagi masyarakat internasional.

Dari zaman gue kecil, lebih tepatnya saat umur gue masih 5 tahun, gue udah masuk SD. Bukan karena gue belagu sok rajin atau sok pintar, melainkan karena teman-teman di sekitar lingkungan rumah gue udah pada sekolah dengan umur yang cukup untuk mereka memasuk bangku SD dan gue gak punya temen main kalo mereka lagi pada sekolah, akhirnya gue bilang sama nyokap kalo gue ingin masuk SD meskipun harus telat beberapa minggu. Nyokap yang saat itu sadar dan kasian liat gue main sendiri di rumah pun akhirnya kasih izin untuk daftarkan gue ke salah satu sekolah swasta. Beruntung lah gue saat itu karena belum ada aturan ketat bahwa setiap siswa SD minimal harus sudah beranjak usia 6 atau 7 tahun. Kehidupan gue di SD berlangsung cukup baik, meskipun emang gue dianggap 'anak bawang' karena selain umur gue yang masih di bawah teman - teman lain, tubuh gue yang sedikit 'imut' pun mempengaruhi guyonan tersebut. Gue sih fine aja, namun menjelang kelulusan gue, terdengar sedikit sentilan dari beberapa temen dan guru gue yang bilang kalo gue tuh gak ramah, ketus, jutek dan judes. All of the unfine faces came to myself, until my parents knew about it, bokap seringkali negur karena kalo jadi orang tuh harus ramah dan bla bla bla, Gue yang saat itu gak pernah terbesit berpikir mengenai sikap gue yang kata mereka gak ramah  pun sering dijadikan pembicaraan, begitu pun saudara - saudara gue berpikir seperti itu dan malah bikin panas suasana. Padahal di sisi lain gue ga bermaksud seperti itu, sampai akhirnya gue masuk SMP, selama 3 tahun full semua temen nganggap gue cewek judes. Memasuki SMA pun, sama aja, bahkan beberapa guru sempet komen secara halus sama gue.

Hingga akhirnya gue udah beranjak 20 tahun, meskipun terkadang sikap gue masih agak bocah, namun gue bisa berpikir kritis dan dari sini lah gue berpikir kalo orang - orang Indonesia tuh hampir 90% terlalu mudah sensitif dan menanggapi sesuatu secara berlebihan. Hanya karena wajah judes gak ramah seperti gue aja, setiap orang yang gue temui merasa terganggu and gave some advices for changing my face better conditionally. namun percuma aja mereka buang - buang waktu untu komentar mengenai sikap gue karena gue berpikir sesuai dengan apa yang sering dikatakan oleh banyak filsuf that don't judge the book by the cover. Gue sama sekali gak ngerasa kalo pribadi gue baik, tapi gue ingin kasih saran aja bagi setiap orang supaya don't think much about other people and you don't know her or him correctly ! 

Gue gak begitu peduli sama perkataan mereka yang menyudutkan gue sebagai cewe judes, this is my life and I don't care what people says to me, I'm still feeling comfort and walk on my path to do my activities. Semua ini bagaikan stereotype yang udah tumbuh pada diri gue dan berujung pada kepribadian gue yang emang bener-bener seperti mereka bicarakan. Seperti yang lu semua tau, kalo seseorang sering di-judge mengenai dirinya ini lah, itu lah dan lain hal, maka ia pun akan melakukannya secara total supaya menjadikan bukti, kalo emang bener dia konsisten. Well, gue pernah coba untuk bersikap ramah, tapi perasaan gue gak ada perubahan dan orang sekitar pun menanggapi biasa saja. That's why, mereka hanya gak punya kerjaan yang lebih penting selain membicarakan diri orang lain.



Minggu, 12 Maret 2017

Demonstrasi Bawa Perasaan

Diposting oleh Unknown di 00.02 0 komentar

Image source : google

Berbicara bawa perasaan alias baper udah gak asing lagi bagi kaum anak muda Indonesia di zaman ini, meskipun pada realitanya bukan hanya berlaku bagi anak muda saja, melainkan udah tersohor hingga kalangan dewasa. Pertama kali gue dengar kata 'baper' itu rasanya aneh banget dan pas tau apa itu 'baper' beserta artinya gue ngakak sendiri sambil bilang dalam hati "haha lucu juga ya istilah - istilah anak muda sekarang...".
Pasca itu gue pernah baca salah satu artikel yang intinya bahwa setelah ada istilah 'baper', setiap orang semakin merasa segala yang mereka lakukan itu terbatasi dan dibatasi hanya karena 'baper'. Contoh aja nih ya "Ih ngapain sih lu baca novel begituan aja nangis, baper amat sih lu. Lah, dikasih nilai segitu aja seneng, baper lu. BTW, kemarin  orang tua si A meninggal, si A langsung bikin status, baper banget kan dia, bla...bla...bla". Terkadang dengan adanya sikap seperti itu, beberapa orang menjadi enggan untuk mengekspresikan perasaan mereka.

Terbukti banget kan kalau segala hal yang terjadi pasti ujung - ujungnya gak jauh dari 'baper', kebetulan banget gue pun tertarik sama istilah itu untuk suatu kondisi yang emang pantas kalo dibilang bawa perasaan alias baper. Beberapa hari lalu terjadi kehebohan luar biasa yang disebabkan oleh para demonstran angkot di kawasan Kota Bandung terhadap setiap pengemudi dan pengendara transportasi berbasis online. Transportasi berbasis online udah banyak banget dan variasinya pun cukup terkenal seperti G...K, U..R, G..B,  Kalian pun udah gak heran  apa maksud dan tujuan mereka dalam melakukan aksi yang menurut gue sungguh gak berguna banget, pemborosan tanpa hasil. Kenapa gue bisa dengan berani berpendapat kalo yang namanya demonstrasi itu gak penting? Which is yang dilakukan oleh para demonstran angkot saat itu adalah hanya membuat kerusuhan, bahkan mereka hampir membunuh satu rombongan mobil yang mereka pikir sebagai pengemudi transportasi online hanya karena hipotesa bahwa "setiap transportasi yang sedang berhenti adalah transportasi online".

Gue lebih milih kata hipotesa sebagai kata yang lebih cocok digunakan untuk menganalisa kegaduhan mereka karena kalo gue pakai kata asumsi, rasanya saling berlawanan dengan fakta yang terjadi. Hipotesa tentu harus dibuktikan terlebih dahulu apabila kita ingin mengetahui suatu hasil dalam menganalisa, sedangkan asumsi dasar gak perlu dibuktikan karena itu adalah hal yang relevan dan 90% dijadikan sebagai hasil yang pasti akan terjadi. Nah, kesalahan yang dilakukan oleh para demonstran sangat berlebihan, gue sempat berpikir kalau setiap demonstrasi yang terjadi di Indonesia emang mayoritas gak beradab, mereka lebih memprioritaskan perasaan tanpa didasari logika berpikir. Kekerasan dijadikan sebagai rutinitas, kekasaran dijadikan sebagai fasilitas, kerusuhan dijadikan sebagai prioritas, kebencian dijadikan sebagai sebuah totalitas dan kesalahan dijadikan sebagai sebuah integritas. Setiap manusia diberikan akal oleh tuhan untuk digunakan maupun dimanfaatkan dengan baik, lalu kenapa justru yang lebih banyak digunakan oleh manusia adalah perasaan tanpa didasari berpikir terlebih dahulu.

Apabila para demonstran angkot saat itu memang ingin melakukan demonstrasi, cobalah lakukan dengan cara yang sedikit lebih elegant dan beradab tanpa harus mengedepankan emosi. Menurut gue nih, sebelumnya kenapa mereka gak berpikir terlebih dahulu untuk menciptakan inovasi baru, kalau emang transportasi online itu banyak dibur karena mudah cepat sampai tujuan, harga terjangkau, banyak diskon, figure yang nyaman serta tersebar di banyak lokasi. Coba kalau saat itu supir-supir angkot mempromosikan daya tarik dalam menaiki angkot mereka dengan program yang menarik penumpang seperti untuk anak sekolah diberikan potongan harga sekian persen, untuk ibu-ibu diberikan potongan harga sekian persen, untuk penumpang bapak-bapak diberikan potongan harga sekian persen dan untuk manula diberikan potongan harga sekian persen di setiap hari tertentu. Mungkin kalian akan berpikir kalau dengan cara ini sangat merugikan bagi supir angkot, tapi sebenarnya justru akan menarik perhatian penumpang dan pada akhirnya pun gue jamin bakalan jadi hits gak lama setelah mereka open minded to do something unique and better. Atau cara lain seperti mengindahkan figure angkot mereka dengan sedikit kreativitas, misalnya menempelkan dua sayap pesawat di kedua sisi angkot, hal ini bertujuan agar dianalogikan seperti pesawat terbang yang memiliki kecepatan super untuk mengantarkan setiap penumpang ke tempat tujuan dengan cepat. Meskipun itu terdengar weird di hadapan masyarakat, namun kita perlu ingat bahwa segala sesuatu yang terlihat unik dan berbeda itu adalah daya tarik bagi masyarakat.

So that, saat kita berniat untuk berdemo yang harus kalian ingat adalah demo itu bukan tentang perasaan, lagipula tujuan dari demonstrasi adalah untuk menyampaikan opini, bukan untuk memperlihatkan emosi mereka apalagi hanya karena masalah sepele pun kita baper banget. Justru ini yang gue takutkan dari istilah 'baper' yang sebenarnya adalah mereka gak bisa mengendalikan apa yang mereka rasakan dan semakin bertingkah anarkis dalam segala situasi dan kondisi. Bagi kalian yang mengaku sebagai generasi muda, gue harap kalian lebih kritis dan gak mudah terprovokasi oleh suatu kabar yang kalian dengar dari mayoritas karena gak selamanya suara mayoritas adalah suara tuhan, tetap saja kalian harus meneliti dan menganalisa kabar burung yang diterima dan tentunya dengan menggunakan akal dan logika, bukan perasaan. Manusia yang selalu mengandalkan perasaannya, lambat laun akan menciutkan kemampuan berpikirnya dan bersiaplah say good bye to your beauty brain.

Let's think critically in every situation cause actually the benefits those you get from thinking is more real than your feeling !

Minggu, 05 Februari 2017

Ayo Belajar dari Kerang Laut !

Diposting oleh Unknown di 21.23 0 komentar

Masih berlanjut seputar pengalaman gue saat di Vietnam, makanan khas laut alias sea food selalu disajikan hampir setiap hari, dimulai dari breakfast, lunch hingga dinner. Kerang laut pun menjadi menu favorit gue saat itu karena cita rasa nya begitu menggoda dan bikin gue ingin nambah terus, hampir enam mangkuk gue nambah kerang laut saat itu, entah lah mungkin keadaan gue emang kelaparan atau mungkin emang doyan.
Kerang laut hidup di laut, itu udah jelas banget dan kalau cara memakan nya pun pasti gak mungkin bagian luar nya yang dimakan, biasanya sih orang - orang manggil nya cangkang.

Hal yang harus kita lakukan adalah buka cangkang kerang nya terlebih dahulu, selanjutnya nikmati daging kerang yang empuk dan gurih, yummi !!!
Namun, ada beberapa hal yang kurang sering kita perhatikan selain kelezatan dan manfaat yang bisa kita nikmati dari kerang laut, adapun beberapa ilmu yang setidaknya mampu kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari kita sebagai manusia dengan belajar dari kelompok kerang laut.

Berikut di bawah ini adalah penjelasan singkat mengenai hal tersebut :


  1. Berukuran kecil, namun memilki kualitas dan manfaat yang banyak bagi siapapun yang mengkonsumsi nya. Ini adalah sebuah analogi bagi kita semua sebagai manusia, tak sedikit dari kita selalu melihat kuantitas daripada kualitas yang dimiliki oleh orang - orang yang ada di sekitar kita. Meskipun apabila dilihat fakta, alangkah lebih baik apabila kuantitas dan kualitas memiliki ukuran yang seimbang, namun ingat guys tidak ada yang sempurna di dunia ini. Ini dari poin pertama adalah, ukuran kita sebagai manusia bila dilihat dari segi fisik, bukanlah kendala untuk memberikan yang terbaik bagi sesama.
  2. Cangkang yang kuat dapat kita analogikan sebagai sebuah pertahanan atau tameng kita dalam melakukan segala hal yang kita kerjakan. Kerang mengajari kita bahwa tidak sembarang orang mampu dengan mudah menikmati apa yang ia tuai di dalam cangkang tersebut. Seseorang harus mampu bekerja keras untuk menghargai setiap usaha yang ia kerjakan. Hal ini pun sangat berlaku bagi semua mahluk hidup, terutama kita sebagai manusia yang memiliki akal.
  3. Bentuk cangkang yang menarik, terkadang digunakan kerang laut untuk kamuflase. Sebenarnya hal ini juga memiliki pengaruh bagi mereka untuk menarik perhatian bagi yang melihat mereka, ini pun bisa digunakan oleh kita apabila kita ingin mendapatkan seorang teman, maka kita harus memperlihatkan suatu hal yang menarik juga dari diri kita.                           Namun, ingat ! Kita harus selalu tetap menggunakan tameng yang kita miliki agar mampu selektif dalam segala hal.

Semoga tulisan gue diatas bermanfaat buat kalian semua ya, sampai ketemu lagi di tulisan gue berikutnya...

Menuntut Ilmu Hingga ke Negeri Vietnam

Diposting oleh Unknown di 03.01 0 komentar

Foto di atas adalah gue saat di Vietnam, tahun 2016 kemarin sih sebenarnya, ini adalah salah satu program dan kegitan jurusan yang sedang gue ambil saat ini. Gue pilih Vietnam sebagai destinasi praktikum karena ideologi nya. Why ?
Yoii, seperti yang kalian udah ketahui sebelumnya bahwa Vietnam memilki ideologi komunis dan ini hal yang menarik karena kebetulan gue penasaran sama negara - negara yang menganut ideologi komunis. Jujur sih kalo emang saat itu gue bisa ke China, mungkin gue bakalan pilih China sebagai destinasi gue, tapi sayang nya Vietnam yang muncul saat itu, yauda lah gapapa deh yang penting gue bisa sedikit menjalani kehidupan di negara komunis.

Gue sering denger cendekiawan muslim bilang "...Tuntutlah ilmu hingga ke Negeri China" dan versi gue saat ini adalah "...Tuntutlah ilmu hingga ke Negeri Vietnam"  hihihi... Gak ada beda nya sih, sama - sama negara komunis ko. Eiiits, readers jangan salah paham dulu ya, kalian gak boleh berprasangka buruk terlebih dahulu mengenai 'komunis', sejarah telah berlalu yakni tragedi Indonesia mengenai Partai Komunis Indonesia (PKI), ditambah adanya G-30-S/PKI. Ada saat nya kita harus berdamai karena waktu, justru kini kita bisa mengambil beberapa nilai positif dari negara yang berideologi komunis, ya salah satu nya adalah Vietnam.

Vietnam sebagai salah satu negara komunis yang ada di kawasan Asia Tenggara dan mulai berkembang cukup baik loh seiring berjalannya globalisasi, warga Vietnam memiliki semangat juang yang luar biasa loh !!!
Wiiiih, pokoknya gue sampe ngeri loh pas lihat di Gu Chi Tunnel (tempat strategis yang dijadikan wilayah jebakan oleh para warga Vietnam, saat Perang Vietnam).



Nah, di atas adalah dua jebakan di antara sekian banyak jebakan yang dibuat oleh warga Vietnam
saat menghadapi Amerika sebagai musuh di Perang Vietnam. Seram juga ya guys lihat tuh foto - foto nya ngeri banget berarti yak saat perang berlangsung. Namun, luar biasa nya adalah semangat juang warga Vietnam gak terkalahkan oleh senjata-senjata yang jauh lebih canggih dimiliki oleh Amerika Serikat.
Inti nya adalah kita mendapatkan beberapa  ilmu dari Negara Vietnam sebagai negara komunis, yakni kita harus memiliki semangat juang yang tinggi dalam menghadapi kesulitan apapun karena nggak ada yang bisa membangkitkan diri maupun semangat kita, selain diri kita sendiri.

So, buat kalian semua yang baca postingan gue saat ini, semoga kalian memilki semangat dan terus meningkatkan semangat juang kalian dan menjalani hidup yang indah ini.

GO...GO...GO... Fighting !!!

Selasa, 31 Januari 2017

Belajar Politik Melalui Drama Korea (Part 3)

Diposting oleh Unknown di 05.47 0 komentar
Image source : Google

Annyeong haseyo ^o^

Lah, kok gue nyapa readers malah jadi bahasa nya Lee Min Ho ya ? Wkwka
Oh pantas aja ya, ternyata emang di atas udah ada foto nya Lee Min Ho tuh guys, kali ini dia berperan sebagai seorang jenderal yang jujur, setia, berani, gagah, peduli, cerdas dan gak kalah tampan seperti foto nya (HIHI) di salah satu serial drama korea dengan tema historical, romance, time travel dan fanstasy. 
Widiiiih, keren juga ya guys ada time travel ternyata, alias perjalanan waktu, selain itu ada pula nilai - nilai politik yang ditampilkan di setiap episode nya. Hal ini masih berkaitan dengan tema classic kerajaan, namun unik nya adalah kerajaan sebelum Joseon. Want to know guys ? ;)

Jadi begini loh cerita sederhana nya ada seprang raja dari kerajaan China, tepatnya adalah dinasti Yuan -karena pada masa itu belum ada Korea Selatan maupun Korea Utara- raja tersebut memiliki kelompok pengawal yang gagah berani disebut sebagai Wu Dal Chi dan dipimpin oleh seorang jenderal, dia adalah Choi Young alias Lee Min Ho.


(O_O) : "Zaaa, lalu diamana unsur politik nya siiih ? :( "

(^o^)    : "Ya calm dulu dong sist n vroh :")) "

Lalu apa yang terjadi setelah itu ? 

Drama yang berjudul Faith ini bisa dikatakan menarik karena menghadirkan nilai kehidupan bagi seorang pekerja medis yang lebih dikenal dengan sebutan dokter, serta nilai kental dari para politisi di zaman dinasti Yuan tersebut. Menurut salah satu penulis buku dari Inggris bernama Roger Scruton menyatakan bahwa "Dinasti berasal dari Bahasa Yunani, yakni dunastcia yang berarti kebangsawanan. Sebuah kelas dari para raja atau penguasa yang penerusnya ditentukan oleh golongan darah. Dinasti pun sering tampak memiliki karakter tahan politik yang tahan lama."

Oooh, jadi begitu ya ternyata dinasti memiliki usia yang tahan lama bagi sebuah sistem politik. Tapi, perlu diingat ya guys kalau dinasti itu berbeda dari nepotisme karena dinasti kan ya udah jelas lah sebagai suatu sistematika berupa tatanan politik pada masa kerajaan, lah kalau nepotisme sih bisa kita sebut sebagai salah satu perbuatan kejahatan yang akan merugikan bagi para pelaku nya.

Muncul pertanyaan gak sih di pikiran kalian seperti :
1. Dinasti itu kan turun-temurun ya? Berarti hubungan garis keluarga mereka adem ayem dong?
2. Mereka selalu setuju dengan segala argumen dan kebijakan yang ditetapkan dong?
3. Jadi, kehidupan politik pada masa dinasti sebenarnya lebih tenang dong?
4. Kalo gitu, gue pengen dong hidup di zaman dinasti. Boleh gak? (Eh sorry, ini pertanyaan yg no 4 boleh diabaikan)

Wohoooo, cukup beragam juga ya yang kalian pertanyakan. Hmmm, namun pada fakta nya sih tentu ga seperti itu juga guys, drama ini pun menjelaskan dengan detail mengenai suatu sistem dinasti yang emang gak semua nya adem ayem loh, sebaliknya justru drama ini menyajikan betapa seorang raja yang memimpin banyak sekali 'teror' yang menghampiri, termasuk dari keluarga kerajaan sendiri loh guys. Hiiiiii, perlu kuat mental nih kalo kita jadi keluarga kerajaan. Tapi sih balik lagi ke realita bahwa hidup emang begini ya guys, setiap orang gak ada yang sempurna 100%, gak ada yang punya sikap baik 100%, gak ada yang punya sikap buruk 100%, semua nya seimbang mungkin aja 50% - 50% atau bahkan ga mungkin juga seperti itu prosentase nya. 


(O_O)  : "So bijak lu Za, wleee.:( "

(^o^)   : "Sirik aja lu vroh, wleee :") "


Okedeh guys, cukup sampe di sini cerita singkat nya, gue sengaja bikin singkat karena padat nya jauh lebih banyak kalo kalian tonton terlebih dulu drama nya biar ngerti alur dan permasalahannya. Setuju ??? :"))

Belajar Politik Melalui Drama Korea (2)

Diposting oleh Unknown di 03.50 0 komentar
Image source : Google

Ta- daaaaa !!!

Hari ini kita lanjut belajar politik bareng - bareng yuk, nah kebetulan banget nih gue pernah nonton drama korea yang poster nya seperti gambar di atas. Yoii, kalo bagi kalian yang udah pernah nonton juga, pasti udah bisa nebak dong apa judulnya apa tuh ?;)) ...

Jang Ok Jung adalah judul dari drama yang etis dengan genre historical, romance dan melodrama, namun ya guys setelah gue selidiki, ternyata historical yang dimaksud pun sangat condong pada masa kerajaan dan warna - warni politik pada saat itu. Pemeran protagonis nya adalah Kim Tae Hee, yap tepat banget nih dia baru - baru aja halal dinikahi oleh aktor hits korea juga, yakni Rain.
Kalian penasaran gak sih gimana cerita singkat dari Jang Ok Jung ? Gue harap sih kalian penasaran ya guys, karena apa??? Karena dengan ini pun kalian bisa nambah wawasan serta belajar politik secara asik nih hehehe ^o^

Yuk ah kita mulai cerita ^o^
Jang Ok Jung dalah salah satu selir paling cantik yang hidup di kerajaan Joseon, ia memiliki paras yang sangaaaaat cantik dan itu pun dijadikan sebagai alasan Raja Sook Jong jatuh cinta pada Jang Ok Jung. Namun ternyata dibalik paras cantik dan menawan yang dimilki oleh nya, Jang Ok Jung haus akan kekuasaan juga loh guys, hiiiiii kira - kira apa ya yang menyebabkan ia mau melakukan apapun hanya untuk mendapatkan kekuasaan ?

Sebelum kita lanjut, tuh sengaja gue udah bold kata yang sangat penting untuk kita pahami di sesi ini, eiiiiiits jangan sampai salah fokus ya, bukan 'Jang Ok Jung' yang gue maksud dalam bold letter nya, melainkan yang satu nya lagi tuh... yaps, kekuasaan. Kekuasaan (Power) dalam ilmu politik sangat pentinng karena pelaksanaan politik akan selalu melibatkan kekuasaan di dalam nya, baik itu politik luar negeri maupun politik dalam negeri. Sebenarnya sih gak ada yang terlibat dalam politik, selain faktor kekuasaan, sehingga kelompok - kelompok yang tidak memiliki kekuasaan ya terpaksa tidak dapat dipertimbangkan. Seperti hal yang lumrah kita ketahui bahwa siapa pun yang memiliki kekuasaan akan dipertimbangkan hanya pada batas kekuasaan yang mereka miliki.

Woooow, pantas saja ya Jang Ok Jung tuh berperan ambisius dalam melakukan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan tertinggi, meskipun ia hanya seorang selir dari raja, namun pada masa kerajaan Joseon, seorang selir pun memiliki level nya masing - masing guys. Semakin tinggi level yang ia miliki, semakin tinggi pula hak serta kekuasaan yang dapat ia gunakan untuk mengontrol kerajaan.
Kalau disambungkan antara masa kerajaan dan masa modern ini, ternyata gak ada perbedaan yang menonjol ya guys, masa lalu, masa kini dan masa depan pun gak akana pernah berubah kok dalam kehidupan politik, pasti kekuasaan adalah suatu hal yang sangat menggiurkan bagi mereka sebagai politisi.

So, gue gak mau bikin kalian bosan dan penasaran hanya karena baca blog gue, gue juga pengen kalian bisa take a rest kalo emang ada free time untuk nonton nih Jang Ok jung dan buka pikiran kalian untuk melihat serta menilai celah - celah unsur politik yang ada di drama tersebut yak !
Setelah itu kalian para readers bisa buka laman gugel kalian dan cek ulang blog gue, menurut loe semua betul  gak ya kira - kira penilaian gue mengenai power of politics sama dengan penilaian kalian ;)

Finally, thanks for reading and keep reading always guys :)


Senin, 30 Januari 2017

Belajar Politik Melalui Drama Korea (Part 1)

Diposting oleh Unknown di 07.16 0 komentar
Image source : Google


Drama korea ya ???
Lagi hits banget nih ya ???
Gak pernah kehabisan ide - ide baru ya ???
Lalu apa hubungan nya sama blog gue kali ini ya ??? :")

Guys, seperti yang udah sering kita dengar dan ketahui bahwa demam korea udah menyebar sangat luas nih di beberapa belahan dunia, Indonesia pun jadi salah satu bagian pecinta drama korea. Gue bisa dibilang cukup suka sih sama drama korea, meskipun gak begitu fanatik maupun berlebihan banget. Sesuai dengan perkataan pepatah bahwa "Segala hal yang berlebihan itu tidak baik..." betul gak ? Betul aja deh ya, wong yang ngomong bukan gue, tapi manusia terdahulu yang emang gak bisa diragukan lagi ;)

Gue cukup suka sama drama korea karena hampir semua bidang ada di sini ; pendidikan, hukum, ilmu medis, politik, sosial, budaya, kesenian, kepercayaan, horor, komedi dan romance. Nah, kebetulan banget nih kali ini gue bakalan cerita dikit mengenai drama yang pernah gue tonton dan value nya ngena banget lah bagi kalian yang ingin belajar tentang ilmu politik, khususnya bagi kalian para penstudi ilmu politik.

The King 2 Hearts
Drama yang diperankan oleh dua aktor favorite di negeri ginseng, Lee Seung Gi dan Ha Ji-won, juga beberapa aktor lain ini sangat menarik untuk ditonton karena perasaan kalian akan berubah menjadi nano - nano saat menyaksikannya. Hal ini berkaitan dengan peran seorang raja yang menjadi penguasa tertinggi bagi suatu negara kerajaan pada saat itu dan betapa keras nya persaingan antarnegara untuk menjadi yang terhebat di hadapan dunia. Korea Selatan kini telah menjadi negara republik yang demokratis dan tentu sebagai kawan dari Amerika Serikat (AS). Sebenarnya dalam kehidupan politik, maupun kehidupan sebenarnya kita menyadari bahwa "Tidak ada kawan maupun lawan yang abadi, melainkan sebuah kepentingan", drama yang terpaut antara politik dan percintaan ini pun menjadi bukti bagaimana sistem politik suatu negara harus dan mampu berjalan, meskipun perang sebagai jalan akhir saat negosiasi tidak dapat berjalan sesuai dengan rencana.

WANNA ASK (O_O)
(O_O) : "Za, kenapa tiba - tiba bahasa lu jadi formal begini? Zzzzz "-_-" ..."
(^o^)   : "Oh ya??? Gue juga baru nyadar ternyata bahasa nya berubah jadi formal. Yauda lah, yg penting masih bisa dimengerti oleh readers, let's continue !"

Nah guys, dalam beberapa kasus yang terjadi di dalam drama ini sepertinya teori kepentingan nasional bisa dijadikan sebagai perspektif yang cukup relevan nih untuk menganalisa apa yang kira - kira akan terjadi pada negara - negara yang bersangkutan di drama ini kalo kita mengupasnya -ya kali buah mangga, perlu dikupas segala- dengan menggunakan teori kepentingan nasional. Teori kepentingan nasional adalah salah satu teori yang ada dalam studi Hubungan Internasional untuk dapat meneliti sebuah kasus yang sudah, sedang maupun akan terjadi di masa depan. Inti dari teori ini adalah bahwa setiap negara yang ada di dunia tentu akan melakukan suatu hal apapun untuk mencapai kepentingan nasional bagi negara nya dan untuk mempertahankan negara tetap exist di hadapan dunia.

Sepertinya cukup deh cerita nya karena sesuai dengan apa yang udah gue tulis di awal bahwa gue bakalan "cerita dikit", bukan "cerita banyak". Unsur politik nya kuat banget nih, dijamin....asik dan puyeng dikit. Bukan mau promosi drama juga sih, tapi readers bakalan lebih tau dan paham dengan jelas kalo nonton nih drama sekalian ~ya syukur - syukur sih gue yakin cewe - cewe pernah denger judulnya, bahkan mungkin di antara kalian udah pada nonton, hmm terutama para K-Lovers  (WKWK).


Kira - kira apa yaaa ???

Diposting oleh Unknown di 06.38 0 komentar

Yippi !!! 

Akhirnya gue cukup bahagia juga nih guys, ya berkat niat gue yang kian detik kian muncul untuk mengaktifkan kembali nih blog yang udah hampir dikasih police line deh kalo ibarat sebuah kantor atau perusahaan sih. Namun, tiba - tiba sang penyelamat datang - padahal gue sendiri yang datang, tanpa ibarat apapun - dan bersyukurlah karena masih ada keinginan untuk corat - coret di saat si blogger yang moody ini dilanda rasa bosan. Gue cuma ingin sikap moody gue yang seringkali terjadi di saat moment tertentu datang, ya gue salurkan untuk hal - hal yang sekiranya bisa bikin gue mikir lebih terarah, layaknya boy band Inggris  yang lagi hits,siapa lagi kalo bukan One Direction. 

WAIT !!!
(O_O) : "Kenapa nyambung ke 1D, Za? "
(^o^)   : "Karena sesuai namanya 1D, gue yakin mereka punya satu tujuan yg jelas."
(O_O) :  "Jadi maksud lu boy band yg lain ga punya tujuan jelas ? :( "
(^o^)   :  "Bukan begitu juga kaleee -_- "
(O_O) :  "Hmm, okedeh lanjut dulu gih paparan loe."
(^o^)   :  "Yoi, tapi gue jadi bingung nih guys..."
(O_O) :  "Lah, ko bingung sih Za-_- "
(^o^)   :  "Kira-kira apa yg mesti gue publish di blog gue untuk periode saat ini ya ??? :")) "

* Za adalah panggilan blog gue, diambil dari nama belakang gue sendiri, Mumtaza. Ya biar ga kepanjangan, gue potong aja deh jadi Za.



Basa - basi gak penting di 'awal tahun' 2017

Diposting oleh Unknown di 00.49 0 komentar
Haaai semuanya...
Sorry ya gue udah vacum lamaaaaa banget di blog, so ini adalah perkenalan dan salam sapa maupun basa basi gue di awal tahun 2017. Ya meskipun sebenernya udah ga bisa disebut "awal tahun" 2017 lagi karena kebetulan banget nih hari ini kan udah tanggal 30 Januari 2017, alias yang kita tau kalo awal tahun itu kan yaaaa identik banget nih dengan tanggal 1 atau 2 Januari 2017.
Apa siiih, prolog gue ga penting banget ya guys hfffft :p

Oke kalo begitu to the point aja deh, di tahun 2017 gue bakalah ubah tema blog yg terkesan agak membosankan ya ? Jujur aja deeeeh kalian (WKWKW) :p

So that, gue harap kalian bakalan tetep bisa meluangkan waktu berharga nya hanya untuk sekedar membaca beberapa coretan yang akan segera launching ok ^o^

Keep waiting and see you next time guys ^o^
Image source : Google
 

Mumtaz's Script Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea